JAKARTA — Generasi Negarawan Indonesia (GNI) menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian kinerja Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
Kepemimpinan jenderal bintang dua tersebut dinilai berhasil membawa Polisi Lalu Lintas (Polantas) menjadi institusi yang semakin dekat, responsif, dan dicintai oleh masyarakat luas. Transformasi ini diraih melalui kombinasi pendekatan humanis serta sistem pengamanan lalu lintas nasional yang efektif.
Ketua Umum GNI Jabodetabek, Ruslan Padli, menyatakan bahwa di bawah komando Irjen Agus Suryonugroho, Korlantas Polri menunjukkan arah perubahan positif yang sangat mendasar.
“GNI melihat ada perubahan nyata di tubuh Polantas selama dipimpin Irjen Agus Suryonugroho. Pendekatan yang humanis, profesional, dan dekat dengan masyarakat membuat Polantas semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujar Ruslan di Jakarta.
Komitmen Pembenahan Layanan Publik
Ruslan menjelaskan bahwa berbagai program kerja yang digulirkan Korlantas menjadi bukti sahih adanya komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik. Program-program strategis tersebut meliputi gerakan inovatif “Polantas Menyapa dan Melayani”, perluasan implementasi tilang elektronik (ETLE), penertiban tegas kendaraan over dimension and overload (ODOL), hingga manajemen pengamanan arus mudik.
Pendekatan personal dan humanis yang diterapkan oleh para petugas di lapangan terbukti sukses membuat warga pengguna jalan merasa lebih dihormati.
Kondisi psikologis yang nyaman ini secara perlahan mengikis jarak antara aparat kepolisian dan masyarakat. Pada akhirnya, pola interaksi yang bersahabat tersebut berhasil memperkokoh kembali rasa kepercayaan publik terhadap institusi Polantas.
Capaian Gemilang Pengamanan Mudik Lebaran 2026
GNI secara khusus juga menyoroti keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 sebagai salah satu indikator penting kesuksesan Korlantas. Berdasarkan rujukan data resmi dari aplikasi IRSMS Korlantas Polri, fatalitas korban jiwa selama periode mudik dan balik Lebaran tahun ini berhasil ditekan secara drastis.
Jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 238 orang, angka ini mengalami penurunan tajam sebesar 30,41 persen dibandingkan tahun 2025 yang menyentuh 342 korban jiwa.
Selain itu, angka total insiden kecelakaan lalu lintas nasional ikut menyusut sebesar 5,31 persen, dari 2.880 kejadian pada tahun lalu menjadi 2.727 kejadian pada tahun 2026. Hebatnya, tidak ada laporan mengenai kecelakaan menonjol atau berkategori besar yang tercatat di sepanjang jalur mudik utama.
Kendalikan Rekor Arus Tertinggi Sepanjang Sejarah
Keberhasilan pengelolaan arus jalan raya ini terasa semakin istimewa mengingat tingkat kepadatan yang dihadapi petugas sangat ekstrem. Badan usaha jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan bahwa arus pergerakan mudik Lebaran 2026 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah transportasi Indonesia.
Meski volume kendaraan di tol dan jalur arteri melonjak drastis, situasi di lapangan tetap terkendali dengan baik berkat rekayasa lalu lintas yang dinamis dari Korlantas Polri.
Tingginya kepuasan publik terhadap kinerja kepolisian juga terekam lewat data ilmiah. Hasil survei lembaga independen Indikator Politik Indonesia menyatakan bahwa sebanyak 85,3 persen pemudik merasa sangat puas terhadap penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026.
Capaian positif yang masif ini menegaskan keberhasilan Korlantas Polri dalam membangun manajemen lalu lintas nasional yang lebih modern serta berorientasi penuh pada keselamatan jiwa masyarakat. Langkah transisi ini dinilai sejalan dengan visi besar Polri Presisi dalam menciptakan ekosistem jalan raya yang aman, tertib, dan berkeselamatan.