JAKARTA — Di balik kelancaran arus mudik dan balik tahun ini, terdapat dedikasi luar biasa dari jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., mengungkapkan bahwa selama gelaran Operasi Ketupat dua tahun berturut-turut, dirinya dan tim hampir tidak pernah tidur demi memastikan keamanan masyarakat.
“Media baru tahu kalau Kakorlantas selama operasi itu tidak pernah tidur,” ungkap Irjen Agus dalam acara silaturahmi bersama media di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kamis (7/5/2026).
Bagi Irjen Agus, ketiadaan hari libur dan waktu istirahat bukanlah sebuah kendala. Ia memandang tanggung jawab pengamanan ini sebagai sebuah kehormatan dan tugas negara yang harus dijalankan dengan kesungguhan penuh.
“Jadi tidak ada libur, tidak ada istirahat, karena tugas adalah kehormatan. Ini tugas negara yang harus kita amankan,” tuturnya tegas.
Melampaui Target: Bukan Mempertahankan, Tapi Meningkatkan
Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan jawaban atas tantangan yang diberikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Irjen Agus menceritakan momen saat dirinya berdiskusi dengan Kapolri mengenai capaian tahun sebelumnya.
“Saya ditanya sama Pak Kapolri, ‘Pak Kakor, tahun 2025 itu berhasil dengan baik, bisa nggak dipertahankan?’. Saya jawab, ‘Mohon izin Pak Kapolri, saya tidak bisa mempertahankan, yang saya bisa adalah meningkatkan’,” kenang Irjen Agus.
Terbukti, meski arus mudik tahun 2026 tercatat sebagai yang tertinggi dalam sejarah, kondisi lalu lintas tetap terkendali berkat koordinasi optimal antar-sektor, mulai dari kepolisian, pemangku kepentingan (stakeholders), hingga peran aktif media dalam menyampaikan informasi.
Capaian Signifikan: Fatalitas Turun Drastis
Data statistik menunjukkan keberhasilan nyata dari strategi yang diterapkan. Salah satu indikator utama adalah penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia yang mencapai 31,39 persen. Selain itu, angka insiden kecelakaan juga berhasil ditekan sebesar 5,31 persen.
“Ini bagian daripada indikator-indikator keberhasilan,” jelas Irjen Agus. Capaian ini menjadi bukti bahwa dedikasi tinggi yang dipadukan dengan manajemen operasional yang presisi mampu memberikan hasil luar biasa bagi keselamatan masyarakat Indonesia.